Thursday, November 6, 2008

Harga Premium Turun??

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai penurunan harga premium sebesar Rp500 menjadi Rp5.500 tidak akan banyak berpengaruh terhadap penurunan tingkat inflasi. “Karena industri pada akhir tahun tidak akan menurunkan harga barang dan tarif transportasi pun juga tidak akan turun,” jelasnya kepada Bisnis hari ini. Menurut dia, penurunan harga premium hanya akan dinikmati oleh masyarakat pengguna transportasi pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Aviliani meminta agar dalam dua bulan ini pemerintah mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tidak selamanya harga premium tersebut turun mengingat tren harga minyak dunia yang belum stabil. “Harus ada sosialisasi agar masyarakat siap apabila sewaktu-waktu harga premium harus dinaikkan lagi.” Sebelumnya, pemerintah memutuskan menurunkan harga premium sebesar Rp500 per liter menjadi Rp5.500 per liter. Penurunan harga hanya berlaku bagi BBM premium. Sedangkan BBM subsidi lainnya seperti solar tidak mengalami perubahan harga. Pertimbangan pemerintah menurunkan harga BBM Premium tersebut adalah harga minyak dunia terus turun hingga di bawah US$65 per barel dan aspirasi masyarakat. Penurunan harga berlaku mulai 1 Desember 2008. sumber : www.bisnis.com
Posted by Fajar at 20:15:55 | Permalink | Comments (1) »

Rupiah Anjlok

Keputusan mengenai besaran suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang akan dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Kamis (6/11) ini, diharapkan menjadi sentimen positif bagi pergerakan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Rapat RDG yang akan membahas BI rate, bisa menguatkan rupiah” kata analis valas, Frans Darwin Sinurat. Menurut Frans, keputusan BI yang kemungkinan memangkas BI rate sebesar 25 basis poin, akan membuat rupiah menguat ke posisi Rp 9.700 per dolar AS. Sementara bila BI memutuskan untuk tetap mempertahankan BI rate, rupiah diperkirakan akan menguat ke posisi Rp 11 ribu sampai Rp 10.900 per dolar AS. Pagi ini rupiah sudah dibuka melemah 150 poin dibanding penutupan kemarin sore, dari Rp 10.950 menembus ke level Rp 11.100 per dolar AS. “Penguatan dolar terhadap mata uang dunia serta jatuhnya indeks Dowjones menjadi sentimen negatif pagi ini.” Frans menjelaskan. from : www.tempointeraktif.com
Posted by Fajar at 20:14:31 | Permalink | Comments (1) »