Friday, October 31, 2008

cover

ANALISIS PERKEMBANGAN

TEKNOLOGI  JARINGAN HSDPA

( HIGH SPEED DOWNLINK PACKET ACCESS)

 

PROPOSAL SKRIPSI

Untuk Memenuhi Sebagian

Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

 

 

Diajukan Oleh :

Nama : FAJAR HAMDANI

NIM   : 2004-81-201

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL

JAKARTA

2008

Posted by Fajar at 20:21:25 | Permalink | Comments Off

BAB III

BAB  III

EVOLUSI TEKNOLOGI SELULER

 

3.1       Perkembangan Teknologi GSM

Dalam Perkembangannya teknologi selular telah mengalami beberapa kali evolusi. Untuk sekarang ini di Indonesia kebanyakan operator selular sudah berada di Third Generation (3G) dan Third Half Generation (3.5G). Evolusinya sebagai berikut :


Gambar 3.1  evolusi telekomunikasi

Sumber Gambar : Panji.blogspot.com

 

1.       First Generation (1G)

Inilah generasi pertama dari teknologi telekomunikasi Selular yang sudah menggunakan teknologi frequency re-use & hand-off (berpindah dari pemancar yang satu ke yang lainnya tanpa terputus koneksinya). Ciri mendasar untuk generasi pertama ini adalah menggunakan modulasi FM (Frequency modulation) mirip radio FM dan untuk komunikasi suara. Contoh implementasinya adalah AMPS, TACS & NMT. Untuk indonesia menggunakan AMPS dengan operator yang lumayan terkenal untuk saat itu adalah Komselindo. Salah satu kekurangan yang sangat mencolok dari Generasi pertama ini adalah masalah security (sering terjadi cloning) dan kapasitas yang masih terbatas.

2. Second Generation (2G)

Kemudian muncul generasi kedua yang didrive oleh kebutuhan kapasitas & security. Dan ini dapat dikatakan dengan dimulainya Era Digital di teknologi selular. Adapun layanan yang disupport adalah suara, SMS & data kecepatan rendah (9.6 -14.4 kbps). Yang menjadi killer application dari generasi kedua ini adalah SMS yang sampai bisa mematikan peusahaan Pager & kemampuan interoperability yang memungkinkan subsriber membawa Mobile subsriber (MS) kedaerah yang lain ataupu luar negeri atau lebih kerennya dikenal Roaming. Adapun implementasinya adalah GSM, D-AMPS, IS-95.

Kemudian di phase Generasi kedua ini kemudian berkembang lagi menjadi 2.5G yang didrive karena meningkatnya pemakaian transmisi data yang salah satunya disebabkan semakin meningkatnya pemakaian internet. Untuk Evolusi GSM adalah ke GPRS (General Packet Radio Service) yang throughputnya bisa mencapai 115 kbps (average througput 20-30 kbps) . Sebenarnya generasi kedua kemudian muncul lagi 2.75G yang salah satunya adalah EDGE (Enhanced Data for GSM Evolution) dengan maksimum throughput bisa mencapai 470 kbps (average throughput 80-130 kbps) namun kebanyakan operator tidak mengimplementasikan). Untuk teknologi 2G menggunakan modulasi Time Division Multiple Access (TDMA).

3. Third Generation

Karena kebutuhan data semakin meningkat akhirnya muncullah teknologi 3G. Adapun berdasarkan ITU-T mensyaratkan untuk 3G dengan kinerja :

 

  • 144 kbps Pada kecepatan user 100 km/jam
  • 384 kbps pada kecepatan user berjalan kaki
  • 2 mbps untuk kecepatan user diam

 

Untuk implementasi 3G pun terbagi menjadi 2 versi yaitu mengikuti evolusi GSM menjadi WCDMA sedangan CDMA menjadi CDMA1xEv-Do. Untuk Implementasi di Indonesia yang merupakan operator GSM mengimplemntasilan WCDMA Rel 99 dengan maks speed di 384 Kbps. Namun beberapa operator juga sudah mulai mengimplementasikan HSDPA (WCDMA Rel.4) dengan maksimum speed bisa menjadi 3.6 Mbps dengan rata-rata throughput bisa mencapai 1-2 Mbps. Teknologi 3G untuk modulasinya menggunakan Code division multiple access (CDMA). Teknologi 3G bisa memberikan service berupa voice, video call, mobile TV & High Speed data. Dengan high speed data diharapkan akan semakin meningkatkan pemakaian internet dan membuat user seperti beraktivitas dikantor walaupun berada diluar kantor. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3.2


Gambar 3.2 tahapan teknologi seluler

Sumber gambar : panji.blogspot.com

Untuk kedepannya teknologi selular akan berevolusi menuju 4G yang tentunya akan memberikan kecepatan data yang lebih tinggi. Ada beberapa teknologi sekarang ini yang diperkirakan menjadi cikal bakal modulasi 4G yaitu Orthogonal Frequency Division Multiple access (OFDM).

 

3.1.1    Perkembangan Teknologi CDMA

1. Umum

Sistem komunikasi nirkabel generasi ke tiga (3G) dikembangkan dari sistem-sistem yang ada pada generasi ke dua (2G), yang bertujuan untuk menyediakan seperangkat standar tunggal yang dapat memenuhi aplikasi-aplikasi wireless yang luas variasinya dan menyediakan akses yang bersifat universal di seluruh dunia. CDMA2000 adalah salah satu teknologi generasi ke tiga (3G), merupakan suatu keluarga dari teknologi yang memungkinkan evolusi dari CDMA2000 1x ke CDMA2000 1xEV-DO dan CDMA2000 1xEV-DV. Sistem ini juga sebagai teknologi evolusioner hemat biaya untuk operator CDMA. CDMA2000 hanya memerlukan 1.25 MHZ dari spektrum per kanal atau carrier dan kompatibel dengan sistem sebelumnya yaitu CDMAONE IS-95A/B.


Tabel Perbandingan teknologi CDMA

Sumber Gambar : http://mobileindonesia.net/2005

 

 

2. CDMA 2000 1X

Pertama kali diluncurkan jaringan Cdma2000 1x di negara Korea pada bulan Oktober 2000 oleh SK Telecom dan LG Telecom. CDMA2000 1X mendominasi 3G pasar hari ini dan peramalan analis bahwa itu akan melanjut untuk memimpin di masa datang. CDMA2000 1X ( IS-2000) meningkatkan 2x kapasitas suara dari sistem cdmaOne dan menawarkan kecepatan paket data dari 153 kbps (Rilis 0) dan 307 kbps (Rilis 1) pada sebuah kanal tunggal di 1.25 MHZ. CDMA2000 1X mendukungan aplikasi tingkat lanjut seperti e-mail, game, jasa penempatan lokasi yang berbasis GPS, download gambar dan musik.


Gambar Diagram jaringan CDMA2000

Sumber Gambar : http://mobileindonesia.net/2005

 

 

3.1. Peningkatan Kapasitas Suara

CDMA2000 1X mendukung 35 kanal trafik per sektor per RF (26 Erlangs/Sektor/RF) menggunakan EVRC vocoder. EVRC vocoder pertama menjadi komersil pada tahun 1999. SMV vocoder adalah generasi berikutnya yang diharapkan untuk menjadi komersil pada 2003 atau 2004. SMV vocoder (SMV2 mode) akan meningkatkan kapasitas suara untuk 49 kanal trafik per sektor per RF ( 39 Erlangs/Sektor/RF), sedangkan untuk pemeliharaan kualitas suara menggunakan EVRC. Peningkatan kapasitas suara pada link forward adalah mendukung untuk power kontrol cepat, menurunkan rate kode (1/4 rate), dan memancarkan keaneka ragaman (untuk alur tunggal Rayleigh yang memudar). Di dalam reverse link, peningkatan kapasitas adalah paling utama dalam kaitan dengan reverse link yang cocok.

 

3.2. Throughput Data Yang Lebih Tinggi

Jaringan CDMA20001x awalnya dikomersil pada tahap 1 yang mendukung suatu rate data puncak pada 153.6 kbps dan pada tahap 2 rate data puncak pada 307 kbps.

 

3.3. Band Frekuensi

Jaringan CDMA2000 telah menyebar pada band frekuensi 450 MHz, 800 MHz, 1700 MHz, dan 1900 MHz; penyebaran di 2100 MHz dan frekuensi lain diharapkan untuk tahun selanjutnya dapat dikembangkan. CDMA2000 dapat juga diterapkan pada frekuensi yang lain seperti 900 MHz, 1800 MHz dan 2100 MHz. Efisiensi spektral yang tinggi dari CDMA2000 mengijinkan penyebaran trafik tinggi pada 1.25 MHz kanal dari spektrum.

 

3.4. Keperluan Spektrum

Rate penyebaran pokok adalah 1.2288 Mcps untuk SR1. berarti memerlukan bandwidth sebanyak 1.25 MHz (625 kHz dari frekuensi pusat) ketika carier RF berdekatan dengan carier CDMA yang lain. Bagaimanapun itu memerlukan bandwidth sebanyak 1.8 MHz (900 kHz dari frekuensi pusat) ketika kedua carier RF yang bersebelahan adalah narrow band GSM atau carier TDMA.

 

3.5. Battery Life

Sebagai mobile telepon yang menggantikan wire-line telepon, waktu siaga (standby) dari telepon sudah menjadi suatu parameter kepuasan pelanggan yang penting. CDMA2000 yang digandakan waktu siaga pada nyalanya baterei bisa dibandingkan dengan cdmaOne dan dapat merencanakan penambahan nyalanya baterei yang utama meliputi :

·        Operasi kanal quick paging

·         Ditingkatkannya performansi link reverse

·         Operasi dan Struktur kanal yang umum dan baru

·         Gate transmisi pada link reverse

·         Mac states baru untuk operasi waktu idle yang efisien

 

3.6. Sinkronisasi

CDMA2000 disinkronisasikan dengan Universal Time Coordinated (UTC). Pemilihan waktu transmisi link forward dari semua base station CDMA2000 di dunia dengan menyamakan waktu dalam beberapa microseconds. Sinkronisasi base station dapat dicapai melalui berapa teknik, mencakup self-synchronization, bunyi radio, atau melalui sistem yang satellite-based seperti GPS, Galileo, atau GLONASS. Pemilihan waktu reverse link didasarkan pada perolehan pemilihan waktu diterima dari permulaan komponen multipath yang digunakan oleh terminal.

 

3.7. Kontrol Daya (Power Control)

Panjangnya bingkai dasar adalah 20 MS yang dibagi menjadi 16 kelompok kontrol daya yang sama. Sebagai tambahan, CDMA2000 menggambarkan 5 MS dalam sebuah struktur bingkai, pada dasarnya mendukung pemberian sinyal yang terpencar, seperti halnya 40 dan 80 MS dalam satu bingkai, yang mana menawarkan tambahan dengan interleaving depth dan berbagai macam keuntungan untuk pelayanan data. Tidak sama dengan IS-95 di mana fast closed loop power control hanya diterapkan untuk link reverse, kanal CDMA2000 mendapatkan kontrol daya sampai 800 Hz pada keduanya yaitu di link reverse dan link forward. Pada link reverse memberikan kontrol daya yang kecil ke dalam F-FCH (Forward-Fundamental Channel) atau F-DCCH (Forward-Dedicated Control Channel) tergantung pada konfigurasi pelayanannya. Pada link forward memberikan kontrol daya yang kecil di perempat akhir dari slot kontrol daya R-PICH (Reverse-Pilot Channel).

Di link reverse, selama gerbang transmisi, rate dari kontrol daya dikurangi menjadi 400 atau 200 Hz pada link reverse dan link forward. Kontrol daya sub-channel pada link reverse hanya dibagi menjadi dua kontrol daya yang mandiri, yang mana kedua-duanya pada 400 bps, atau satu pada 200 bps dan yang lain pada 600 bps. Ini mempertimbangkan kontrol daya yang mandiri dari kanal link forward.

Sebagai tambahan terhadap closed loop power control, daya pada link reverse dari CDMA2000 adalah juga dikendalikan melalui suatu mekanisme open loop power control. Sebaliknya mekanisme ini mempunyai efek melambat dan memudar dalam kaitan dengan alur kerugian dan bayangan. Itu juga bertindak sebagai suatu sekering pengaman ketika fast power control itu gagal. Ketika link forward mati, kontrol daya pengulangan tertutup pada link reverse adalah “keadaan bebas” dan akan mengganggu interefensi pada terminal yang berdekatan. Dalam kasus yang demikian, pengulangan terbuka mengurangi daya keluaran terminal dan membatasi dampak kepada sistem. Akhirnya pengulangan daya mengarahkan closed loop power control kepada statistik kesalahan yang didasarkan pada titik set diinginkan bahwa itu mengumpulkan dari link forward atau link reverse. Dalam kaitannya dengan nilai cakupan data yang diperluas dan berbagai persyaratan QoS, Para pemakai yang berbeda akan mempunyai pengulangan thresholds luar yang berbeda; seperti itu, para pemakai yang berbeda akan menerima level daya yang berbeda pada base station. Di link reverse, CDMA2000 menggambarkan beberapa nominal kuntungan offset yang didasarkan pada berbagai format bingkai kanal dan perencanaan kode. Perbedaan yang lainnya akan dikoreksi oleh pengulangan luar dirinya sendiri.

 

3.8. Soft Handoff

Ketika suatu terminal sedang bepergian dalam sebuah jaringan, pilot dari suatu BTS yang baru (P2) kekuatannya melebihi nilai ambang batas minimal dari TADD untuk penambahan didalam set aktif. Bagaimanapun, pada awalnya tergantung pada kontribusi total kuat sinyal yang diterima tidaklah cukup dan terminal P2 akan berpindah menjadi kandidat set. Ketentuan pada ambang batas untuk menambahkan suatu pilot yang baru menjadi set aktif digambarkan oleh suatu fungsi linear dari total kuat sinyal di daerah aktif set. Jaringan menggambarkan kemiringan dan titik potong dari fungsi. Ketika kuat sinyal dari P2 dideteksi di atas ambang batas yang dinamis, terminal akan memberikan sinyal terhadap peristiwa ini kepada jaringan. Kemudian terminal menerima suatu pesan arah handoff dari jaringan yang meminta penambahan dari P2 di di aktip set itu. Terminal sekarang beroperasi di dalam soft handoff.

Kekuatan dari BTS yang melayani (P1) menurun dibawah ambang batas di set aktif, maksudnya kontribusi total kuat sinyal yang diterima oleh P1 tidak mengijinkan pancarannya. Sehingga terminal memulai suatu handoff drop timer. Timer akan berakhir dan terminal yang memberitahu jaringan bahwa kuat sinyal P1 turun dibawah ambang batas. Terminal akan menerima suatu pesan handoff dari jaringan yang menggerakkan P1 dari set aktif menjadi set kandidat. Kemudian kekuatan P1 menurun di bawah TDROP dan terminal mulai mengaktifkan suatu handoff drop timer, yang berakhir sesuai dengan set waktu yang ditentukan. Kemudian P1 akan berpindah dari kandidat set menjadi neighbor set. Langkah-langkah ini merupakan prosedur dengan berbagai ambang batas dan timer yang memastikan bahwa sumbernya adalah hanya digunakan ketika pengaruh baik terhadap link dan pilot tidaklah ditambahkan secara konstan dan dipindahkan dari berbagai urutan, oleh karena itu pembatasannya oleh sinyal yang dipancarkan.


Gambar Ilustrasi Soft Handoff

Sumber Gambar : http://mobileindonesia.net/2005

 

Sebagai tambahan terhadap monitoring intrasistem, intrafrequensi, jaringan boleh mengarahkan terminal untuk mencari base station pada suatu frekwensi atau sistem yang berbeda. CDMA2000 menyediakan suatu kerangka kerja kepada terminal dalam mendukung inter-frequensi dari pengukuran handover. Ini terdiri dari identitas dan parameter sistem untuk dijadikan sebuah ukuran. Terminal akan melaksanakan pengukuran yang diperlukan mengikuti kemampuan dari perangkat kerasnya.

Suatu terminal dalam keadaan struktur penerima yang rangkap, pengukuran bisa dilakukan dengan paralel. Suatu terminal dalam keadaan penerima tunggal, kanal penerima akan menjadi penghalang ketika melakukan suatu pengukuran. Dalam hal ini, sepanjang pengukuran, suatu bagian tertentu dari suatu bingkai akan hilang. Untuk meningkatkan kesempatan dari sebuah pengkodean yang sukses, terminal mengijinkan penyimpangan dari FL power control loop dan menaikkan tegangan transmisi RL sebelum melakukan pengukuran. Metoda ini meningkatkan energi per bit informasi dan mengurangi resiko kehilangan kontak pada saat jeda. Pada dasarnya laporan pengukuran ini di sediakan oleh terminal, kemudian jaringan memutuskan ya atau tidaknya ke terminal untuk memberikan handoff ketika sistem berada pada frekwensi yang berbeda. Terminal tidak melepaskan sinyalnya sampai menerima konfirmasi handoff telah sukses atau timer berakhir. Ini memungkinkan terminal untuk kembali ke sistem dalam keadaan tidak bisa memperoleh frekwensi baru atau sistem baru.

 

3.9. Transmit Diversity

Transmit Diversity terdiri dari de-multiplexing dan modulasi data ke dalam dua sinyal orthogonal, masing-masing dari transmisi sinyal orthogonal dari antena yang berbeda pada frekwensi yang sama. Sinyal dua orthogonal yang dihasilkan itu menggunakan Orthogonal Transmit Diversity (OTD) atau Space-Time Spreading (STS). Penerima akan merekonstruksi sinyal yang asli dengan menggunakan diversity signals, dengan begitu dapat mengambil keuntungan dari frequency diversity dan atau additional space.

Pilihan dari transmisi yang lain adalah transmisi yang direktif. Base station akan mengarahkan suatu berkas cahaya ke arah pemakai tunggal atau pemakai kelompok dalam tempat yang spesifik, dengan begitu menyediakan ruang pemisahan sebagai tambahan terhadap kode pemisahan. Tergantung pada radio environment, teknik transmit diversity dapat meningkatkan kinerja link sampai ke 5 dB.

3.10. Voice and Data Channels

Struktur trafik kanal forward CDMA2000 meliputi beberapa kanal fisik yaitu :

·        Fundamental Channel (F-FCH) adalah setara dengan fungsi Traffic Channel (TCH) untuk IS-95. F-FCH itu dapat mendukung data, suara, atau pemberian sinyal yang bermacam-macam dengan satu sama lain dari level 750 bps sampai 14.4 kbps.

·        Supplemental Channel (F-SCH) mendukung pelayanan data tingkat tinggi. Jaringan juga dapat menjadwalkan transmisi pada F-SCH bedasarkan frame by frame, jika diinginkan.

·        Dedicated Control Channel (F-DCCH) digunakan untuk pemberian sinyal atau pancaran sesi data. Kanal ini mempertimbangkan pengiriman sinyal informasi tanpa ada dampak pada arus data yang paralel.

Struktur kanal trafik reverse adalah sama seperti kanal trafik forward. Kanal tersebut meliputi R-PICH, RCH, dan R-DCCH, dan satu atau beberapa kanal yang bersifat tambahan yaitu R-SCH. Semua itu berfungsi dan struktur pengkodean adalah sama seperti link forward dengan level pengiriman data berkisar antara 1 kbps sampai 1 Mbps (Penting untuk catat bahwa mendukung standar maksimum data sampai level 1 Mbps, produk yang ada sekarang dapat mendukung level data puncak sampai 307 kbps).

 

3.11. Turbo Coding

CDMA2000 menyediakan pilihan untuk menggunakan turbo coding maupun convolutional coding pada forward dan reverse SCHs. Kedua code itu adalah pilihan untuk base station dan mobile station, dan kemampuan dari setiap yang dikomunikasikan melalui pemberian sinyal pesan sampai susunan panggilan. Sebagai tambahan terhadap peningkatan level puncak dan level granularity yang ditingkatkan, peningkatan yang utama bagi pengkodean kanal trafik dalam CDMA2000 adalah support terhadap turbo coding pada level 1/2, 1/3, atau 1/4. Turbo coding didasarkan pada 1/8 struktur paralel dan hanya dapat digunakan untuk supplemental channels dan frame dengan lebih dari 360 bit. Turbo coding menyediakan suatu perencanaan yang sangat efisien untuk transmisi data dan memimpin ke arah peningkatan kapasitas sistem dan link performasinya. Secara umum, turbo coding menyediakan suatu keuntungan kinerja dalam kaitan dengan penyimpanan daya atas kode convolutional. Keuntungan ini adalah suatu fungsi dari tingkat data, umumnya dengan level data yang tinggi menyediakan keuntungan turbo coding yang lebih.

3. CDMA 1xEV-DO

DMA2000 1xEV-DO telah dikenal sebagai teknologi IMT-2000 pada konferensi Stockholm tahun 2001. Peningkatan untuk pelayanan paket data, CDMA2000 1xEV-DO menyediakan level data puncak sampai 2.4 Mbps dengan 1.25 MHz carier tunggal CDMA. Karena dipengaruhi dengan adanya Internet Protocols (IP), dan mulai mendukung semua sistem operasi dan aplikasi software popular. 1xEV-DO menawarkan sebuah layanan “always on” untuk pemakainya, sehingga pemakai dapat gratis untuk menerima dan mengirim informasi dari internet dan intranet pemakainya, setiap waktu dan dimanapun. 1xEV-DO adalah suatu solusi yang mengijinkan penyebaran aplikasi data dengan alat apapun, dalam rangka membuat hidup pemakai yang lebih produktif dan fun.


Gambar Diagram jaringan CDMA2000 1xEV-D

Sumber Gambar : http://mobileindonesia.net/2005

 

 

Keuntungan dari CDMA2000 1xEV-DO :

·        Mempunyai kapasitas sistem yang tinggi

·        Sistem operasi and pemeliharaannya mudah

·        Menghindari tugas sulit pada load-balancing

·        Mengintegrasikan suara dan data tanpa batasan dalam sistem tunggal

·        Mengintegrasikan CDMA2000 1x/1xEV-DO dalam device yang menyediakan pelayanan suara dan data maksimum

Untuk Pemakai :

·        Penggunaan yang baik untuk semua devices platform dan semua tipe aplikasi

·        Dual-mode Devices

·        Harga layanan yang menarik

·        Always-on Service

·        Pemenuhan cakupan sel dan Ketersediaan Layanan dalam semua tipe

Untuk Pabrik :

·        Teknologi rendah resiko

·         High-volume CDMA2000 Cost Curves

Aplikasi :

·        Komunikasi; E-mails dengan lampiran yang lebar, Pesan multimedia, dan Chat

·        Informasi; Web browsing dengan isi grafis dan multimedia, Transfer file yang besar, Akses Intranet, Video.

·        Hiburan; Streaming audio dan video, Download audio and video klip, Permainan, Pemutar film.

·        Posisi Lokasi; Peta navigasi, Real-time traffic alerts, Graphical weather alerts, Friend finder.

·        Transaksi; M-commerce, Stock trades, E-cash, Reservasi

Integrasi device :

·        Handset / Smartphone

·        PDA with voice

·        PC including laptops, notebook, tablets, dll.

·        Media appliances including wireless cameras, wireless MP3 players, wireless video players, dll.

Performansi Optimal :

·        Menggunakan carier tunggal pada 1.25 MHz, kanal akan optimal untuk paket data dalam spektrum yang efisien.

·        Level data puncak sampai 2.4 Mbps pada link forward and 153 Kbps pada link reverse.

·        Rata-rata throughput dalam sel yang terdiri dari 3 sektor adalah 4.1 Mbps pada link forward dan 660 Kbps pada link reverse.

 

4.  CDMA2000 1xEV-DV

Sebagai suatu evolusi dari teknologi CDMA teknologi, CDMA2000 1xEV-DV (CDMA2000 rilis C) dibangun dalam arsitektur CDMA2000 1X untuk menyediakan kemampuan yang tiada bandingannya serta pemeliharaannya sangat kompatibel dengan sistem sebelumnya yaitu IS-95A/B dan CDMA2000 1X. Migrasi hanya akan memerlukan upgrade sederhana bagi BTS, BSC, PDSN, dan AAA. Cdma2000 1xEV-DV akan menyediakan suara yang terintegrasi dengan layanan paket data berkecepatan tinggi dalam waktu yang bersamaan, seperti video, video-conferencing dan layanan multimedia lainnya dengan kecepatan sampai 3.09 Mbps.

 


Gambar Diagram jaringan CDMA2000 1X/1xEV-DV

Sumber Gambar : http://mobileindonesia.net/2005

.

Oleh karena jumlah frekuensi sebagaimana diatur dalam UU Telekomunikasi untuk suatu wilayah tertentu memiliki keterbatasan-keterbatasan, misalnya di Jakarta dan sekitarnya dengan jumlah radio station sekitar 50 radio maka jumlah tersebut tidak dapat ditingkatkan lagi.  Berbeda dengan jumlah surat kabar dan tabloid yang tidak membutuhkan pengaturan kanal-kanal frekuensi.

Oleh karena itu tidak ada jalan lain cara yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan perluasan wilayah bisnis. Untuk itulah sejak tahun 2000 Masima Grup sudah mempersiapkan langkah-langkah kongkrit pengembangan usaha radio ke berbagai kota besar lain di Indonesia.

 

Posted by Fajar at 20:19:29 | Permalink | Comments Off

Bab II

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1       Definisi Analisis dan Sistem

2.1.1    Definisi Analisis

Analisis adalah pengamatan terhadap suatu peristiwa atau masalah untuk mengetahui sebab - akibat, duduk perkaranya dan prosesnya atau dapat juga didefinisikan sebagai suatu kegiatan untuk memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu kasus, mengetahui isu apa yang terjadi, dan memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah[1]

 

2.1.2    DefinisiSistem

            Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.[2]

 

2.2       Klasifikasi Teknologi Mobile Broadband

            Berdasarkan fungsinya, klasifikasi teknologi mobile broadband berdasarkan cara pengaksesannya dibagi menjadi dua, yaitu :

·        Wireline

Teknologi wireline diawali dari PSTN berkembang ke ISDN lalu menuju ke DSL sebagai antisipasi komunikasi broadband. Dan menggunakan kabel sebagai penghubung akses telekomunikasi.

·        Teknologi Wireless

Teknologi wireless merupakan perkembangan teknologi dari wireline yaitu sebuah teknologi telekomunikasi yang tidak menggunakan kabel sebagai alat penghubung telekomunikasinya, melainkan menggunakan frekuensi antara 2 Ghz – 11 Ghz.

Selain itu teknologi wireline dan wireless juga dapat dimanfaatkan untuk hal lainnya seperti untuk wireline dapat digunakan untuk Xdsl, fiber optic,, MSAN sedangkan wireless dapat digunakan sebagai WiFi (Wireless Fidelity), WiMAX, UMB (Ultra Mobile Broadband), Ultra Wide band maupun 3G dan LTE.

 

2.3       GSM (Global System for Mobile Communication)

2.3.1      Pengertian GSM

  GSM adalah sebuah teknologi yang dapat mentransmisikan voice dan data, namun dengan bit rate yang masih rendah yaitu sekitar 9,6 kbps untuk data dan 13 kbps untuk voice. GSM menggunakan teknologi circuit switch dimana setiap satu kanal mutlak dimiliki oleh satu user selama proses komunikasi terjadi. Jaringan GSM menggunakan alokasi frekuensi transmit : 935 MHz - 960 MHz, Receive : 890 MHz - 915 MHz dan Modulasi : TDMA (Time Division Multiple Access) Caarier spacing : 200 KHz untuk 8 kanal. Adapun susunan jaringan GSM terdiri dari :

 

1.      Mobile Station (MS)

MS dilengkapi dengan sebuah smartcard yang dikenal dengan Subscriber Identity Module (SIM) yang berisi nomor identitas pelanggan (User).

 

2.      Base Station system(BTS)

Merupakan bagian dari jaringan yang menyediakan interkoneksi dari MS ke Switching. BSS terdiri dari tiga perangkat yaitu :

  • Base Station Controller (BSC)

BSC menangani  satu atau lebih Base Transciever Station (BTS) yang bertugas mengatur trafik yang datang dan keluar dari BSC menuju MSC atau BTS, mengatur manajemen sumber radio dalam pemakaian frekuensi untuk setiap BTS serta mengatur handover.

  • Base Transciever Station (BTS)

BTS merupakan perangkat pemancar dan penerima yang memberikan pelayanan radio kepada MS. Dalam BTS terdapat kanal trafik yang digunakan untuk dapat berkomunikasi.

  • Transcoder

Transcoder berfungsi untuk mentranslasi MSC dari 64 Kbps menjadi 16 Kbps dan juga untuk efisiensi kanal trafik.

 

3.      Network Switching System (NSS)

Berfungsi sebagai switching, manajemen jaringan dan antar muka antara jaringan GSM dengan jaringan lainnya. Elemen jaringan GSM dapat dilihat pada gambar 2.3.


Sumber gambar : http://www.cisco.com

Komponen NSS pada jaringan GSM terdiri dari :

  • Mobile Switching Center (MSC)

MSC didesain sebagai switch Integrated Service Digital Network (ISDN) yang dimodifikasi agar berfungsi untuk jaringan seluler. MSC juga dapat menghubungkan jaringan seluler dengan jaringan fixed.

  • Home Location Register (HLR)

HLR merupakan database yang berisi data-data pelanggan tetap, berupa layanan pelanggan, service tambahan serta informasi mengenai lokasi pelanggan yang paling akhir.

  • Visitor Location Register (VLR)

VLR merupakan database yang berisi informasi sementara mengenai pelanggan terutama mengenai lokasi dari pelanggan pada cakupan area jaringan.

  • Authentication Center (AuC)

AuC berisi database yang menyimpan informasi rahasia yang disimpan dalam bentuk format kode. AuC digunakan untuk mengontrol penggunaan jaringan yang sah dan mencegah pelanggan yang melakukan kecurangan.

  • Equipment Identity Register (EIR)

Merupakan database terpusat yang berfungsi untuk validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI).

  • Inter Working Function (IWF)

Berfungsi sebagai interface antara jaringan GSM dengan jaringan ISDN.

  • Echo Canceller

Digunakan untuk menghubungkan dengan PSTN dan berfungsi untuk mengurangi echo (gema).

 

4.      Operation dan Maintenance System (OMS)

Bagian ini merupakan bagian yang mengatur untuk perijinan penyelengara jaringan untuk membentuk dan memelihara jaringan dari lokasi sentral. OMS terdiri dari

·        Operation dan Maintenance Center (OMC)

OMC sebagai pusat pengontrolan operasi dan pemeliharaan jaringan. Fungsi utamanya adalah mengawasi alarm perangkat dan perbaikan terhadap kesalahan operasi.

  • Network Management Center (NMC)

Berfungsi sebagai pengontrol operasi dan pemeliharaan jaringan yang lebih besar dari OMC.

            Struktur kanal pada jaringan GSM 900/DCS 1800MHz dibagi menjadi dua yaitu kanal logika dan kanal fisik. Kanal fisik berhubungan dengan secara khusus dengan kanal frekuensi radio dan time slot, sedangkan kanal logika erat hubungannya dengan informasi dan kontrol data pensinyalan.

            Pada antar muka udara GSM kanal Fisik menggunakan  teknik multiplexing, FDMA dan TDMA. FDMA membagi range frekuensi menjadi 124 kanal dengan lebar 200 Khz. Setiap kanal menempati time slot dengan durasi 576,9 ms maka untuk 8 time slot yang disebut sebagai frame memiliki durasi 4,615 ms. Selama terjadi percakapan suara yang telah dikodekan menjadi bit –bit akan dikirm setiap 4,615 ms secara periodik. Kanal fisik pada frame TDMA dengan durasi time  slot sebesar 576,9 ms akan membawa kanal logika.

            Kanal logika akan membawa informasi pelanggan dan kontrol data pensinyalan. Kanal-kanal logika ynag berbeda memiliki tugas yang berbeda pula. Sebagian besar dari informasi yang ditransmisikan antar MS dan BTS, umumnya berupa informasi pelanggan (berupa suara / data) dan kontrol data pensinyalan. Tergantung pada tipe informasi yang ditransmisikan pada kanal logika yang berbeda. Kanal logika ini membawa data user, baik bit informasi (suara/data) maupun pensinyalan pada MS ataupun BS.

 

2.3.2    General Packet Radio System (GPRS)

            GPRS merupakan salah satu bagian dari sistem komunikasi data yang ada pada GSM. GPRS menggunakan teknik packet switch dimana pada GPRS Radio resources digunakan hanya bila user mengirim atau menerima data. Pada packet switch sebuah kanal tersebut tidak kepenuhan dan menjadi kelebihan beban, sehingga kanal pada packet switch akan menjadi lebih efisien. Pada packet switch, apabila user telah selesai menggunakan sebuah kanal, maka kanal tersebut dapat dipakai oleh user lainnya. Dan secara teori GPRS mempunyai bit rate hingga 171,2 Kbps. Gambaran mengenai arsitektur GPRS dapat dilihat pada gambar 2.3.2


Gambar 2.3.2 Arsitektur GPRS

Sumber  gambar : www.cisco.com

Pengembangan dari arsitektur GSM adalah tambahan berupa Serving GPRS Support Node (SGSN), Gateway GPRS Support Node (GGSN), GPRS Register (Gr) dan Packet Control Unit (PCU).

·              MS

MS terdiri dari Mobile Terminal (MT) yang berupa handset yang digunakan untuk mengakses Radio Interface seperti modem radio dan sebuah Terminal Equipment (TE) yang berupa sebuah laptop atau sebuah Personal Digital Assistant (PDA). Terdapat tiga mode operasi GPRS. Mode operasi kelas A yang secara simultan melayani circuit switch atau packet switch. Mode operasi kelas C hanya bisa mendukung layanan packet switch saja.

·              GGSN

GGSN berfungsi sebagai gateway antara jaringan GPRS dengan jaringan paket data standar (PDN). GGSN disambungkan ke PDN lewat antarmuka Gi (Gi Interface) atau ke jaringan GPRS dengan Public Land Mobile Network (PLMN) yang berbeda dekat lewat antarmuka Gp. GGSN berfungsi dalam menyediakan fasilitas internetworking dengan external packet switch network dan dihubungkan dengan SGSN via internet Protocol (IP). GGSN berperan sebagai antar muka logika bagi PDN, dimana SGSN akan memancarkan dan menerima paket data dari SGSN atau PDN.

·              SGSN

            Berfungsi sebagai Mobility Management, Chiperring, kompresi data, paging, perhitungan trafik, charging, security dan mengatur pengaksesan data. SGSN akan berhubungan dengan MSC ataupun VLR melalui Gs Interface.

·              PCU

            PCU diletakkan didalam BSC sebagai bagian dari Base Station Subsystem (BSS). PCU bertanggung jawab atas semua protocol radio GPRS dan komunikasi dengan SGSN. PCU juga menangani frame relay, Network Service Signalling, Routing Of Signaling messages, Radio Link Control (RLC) dan Medium Access Control (MAC) serta transfer data pelanggan.

            System protocol pada GPRS merupakan protocol khusus yang terpisah dari GSM. Protocol ini berfungsi sebagai pengontrol transfer informasi seperti error correction, error recovery, flow control, multiplexing, dan demultiplexing, segmentasi paket dan mengatur transmisi data paket yang dibebankan pada kanal-kanal radio system GSM.

 

2.4             Enhanced Data rate for Global Evolution (EDGE)

2.4.1 Pengertian EDGE

EDGE merupakan pengembangan dari jaringan GSM yang di desain untuk membagi sumber daya kanal radio secara dinamis antara layanan packet service dengan layanan circuit swith GSM. EDGE biasa disebut juga dengan Enhanced GPRS (EGPRS). Stnadar EDGE menawarkan akses berbasiskan packet switch dimana sumber daya kanal fisik akan dibagi secara efisien antara pemakai yang sedang aktif. Kanal frekuensi yang ada diberikan kepada pelanggan hanya ketika diperlukan oleh pelanggan.  Dengan menggunakan teknologi ini sejumlah user/pelanggan akan membagi kanal radio dengan mengadaptasi kecepatan data masing-masing, sehingga kecepatan data yang tinggi akan diperoleh ketika banyak sumber daya yang sedang tidak dipakai.

EDGE memberikan kecepatan akses dan data rate hingga mencapai 473,6 Kbps, kurang lebih 3 kali lipat jika dibandingkan dengan GPRS dalam hal mengirimkan data secara paket. Selain itu EDGE sangat mudah di implementasikan sehingga operator tidak perlu membangun jaringan baru yang membutuhkan dan yang besar. Hal ini dikarenakan EDGE menggunakan teknik modulasi 8-PSK.

EDGE memiliki arsitektur dan tampilan yang hampir sama dengan GPRS. Arsitektur EDGE dapat dilihat pada gambar 2.4 , yang mengalami perubahan adalah pada BTS nya yaitu berupa penambahan sistem modulasi perangkat pemancar dan penerima untuk modulasi 8-PSK pada BTS lama sehingga BTS ynag baru dapat melayani sistem EDGE/EGPRS.


Gambar 2.4 Pengimplementasian EDGE

Sumber Gambar : www.mobileindonesia.net

 

Pada BSC, untuk PCU terdapat penambahan software agar dapat berkomunikasi dengan SGSN dan BTS. Serta pengupdate-an software pada SGSN.

            EGPRS/EDGE memperkenalkan Sembilan macam MCS, yaitu MCS-1 sampai MCS-9 yang ditentukan oleh jenis modulasi, seperti terlihat pada table 2.5 coding scheme yang baru ini dapat menghasilkan kecepatan data yang lebih tinggi dari GPRS. Dimana dengan adanya EDGE, skema coding yang dapat digunakan sampai MCS-9 yang memiliki kecepatan bit rate hingga 59,2 Kbps, sehingga bitrate total yang dapat dimiliki dengan alokasi timeslot sebesar 473,6 Kbps. Empat teknik pengkodean pertama pada EDGE, MCS1 sampai dengan MCS4, menggunakan modulasi GMSK, sama seperti yang digunakan pada GPRS. Sedangkan 5 teknik pengkodean lainnya, MCS5 sampai dengan MCS9, menggunakan modulasi 8PSK. Untuk jelasnya dapat dilihat pada table 2.4 dan gambar 2.5

Scheme

Modulation

Troughput Maksimum/TimeSlot (Kbps)

MCS-9

8-PSK

59.2

MCS-8

8- PSK

54.4

MCS-7

8-PSK

44.8

MCS-6

8-PSK

29.6

MCS-5

8-PSK

22.4

MCS-4

GMSK

17.6

MCS-3

GMSK

14.8

MCS-2

GMSK

11.2

MCS-1

GMSK

8.8

Table 2.4 MCS

 


Gambar 2.5 Perbedaan GSM dan EDGE

Sumber Gambar : www.mobileindonesia.net

 


[1] http://www.bondanmanajemen.blogspot.com/membuat-evaluasi-program-puskesmas.html

 

[2] http://www.kamii_yogyakarta.tripod.com/SI.htm.2007

Posted by Fajar at 20:13:16 | Permalink | Comments Off

BaB1

 

 

BAB  I

 

 

PENDAHULUAN

 

 

1.1       Latar Belakang

Sejalan dengan perkembangan ICT serta dorongan kebutuhan pengguna, maka saat ini layanan yang digunakan oleh masyarakat juga semakin beragam. Dari yang semula hanya berupa layanan voice ataupun SMS (Short Messaging Service), mulai dari layanan voice, maupun video call, dan juga semakin banyak pula masyarakat yang sudah mulai menggunakan fasilitas internet, hal itu dikarenakan semakin banyaknya fasilitas yang bisa kita lakukan pada saat kita berinternet. Dan semakin banyaknya masyarakat yang sudah mulai mobile untuk setiap aktivitas yang dilakukan. Dan hal ini turut pula ditunjang oleh layanan broadband bergerak (mobile) yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut, seperti: WIFI (Wireless LAN), WiMAX, Ultra Wideband, Ultra Mobile Broadband, 3G maupun LTE.

Perkembangan teknologi akses wireless berkembang secara pesat, hal itu untuk memenuhi kebutuhan akan pelanggan yang semakin membutuhkan komunikasi dengan kecepatan yang tinggi, kapasitas besar (Broadband) serta dengan mobilitas yang tinggi menuju broadband mobile communication. Ada dua basis perkembangan teknologi wireless yaitu berbasis komunikasi voice dan komunikasi data yang disebut broadband wireless access (BWA). Dan perkembangan teknologi seluler juga sudah sampai pada generasi yang ketiga (3G) dengan standar teknologi berbasis wideband code division multipel access (WCDMA) dan CDMA 2000, sedangkan BWA telah berevolusi melahirkan Worldwide interoperability for microwave access (WiMAX) dengan basis standar IEEE 802.16. perkembangan teknologi mobile broadband yang terkini adalah lahirnya teknologi High Speed Packet Access (HSPA), Long Term Evolution (LTE) sebagai evolusi dari 3G dan mobile-WiMAX (IEEE 802.16e lalu 16m) evolusi dari WiMAX yang fixed dan nomadic. Evolusi teknologi mobile broadband menuju konvergensi dengan konsep fixed mobile convergency (FMC) dan IP multimedia subsystem (IMS).ikasi data yang disebut broadband wireless ac

            Dan oleh karena itu penulis merasa terarik akan perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin pesat. Sebuah teknologi yang boleh dibilang masih baru dan belum banyak orang yang menggunakan fasilitas ini, fasilitas yang dapat membuat kita dapat memaksimalkan kerja kita walaupun kita berada ditempat yang jauh sekalipun.

            Dan karena hal tersebut diatas maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian untuk ” ANALISIS PERKEMBANGAN TEKNOLOGI  JARINGAN HSDPA ( HIGH SPEED DOWNLINK PACKET ACCESS)

 

1.2    Maksud dan Tujuan Penulisan

               Adapun maksud dan tujuan penulisan yang ingin disampaikan oleh penulis antara lain:

1.          Memberi pengetahuan dan pemahaman mengenai cara kerja jaringan HSDPA.

2.          Memberikan gambaran bagi penulis sendiri dalam mempelajari dan memahami teknologi dan konfigurasi jaringan tersebut.

3.          Memberikan pengetahuan mengenai jaringan frekuensi dari teknologi tersebut.

4.          Memberikan penjelasan mengenai Evolusi Teknologi Telekomunikasi diIndonesia.

5.          Konfigurasi menggunakan jaringan HSDPA.

6.          Trend teknologi telekomunikasi yang akan datang.

 

1.3       Batasan Masalah

a.       Menganalisis Jaringan high speed downlink access

b.      Memberikan gambaran tentang arsitektur UTRAN.

c.       Memberikan cara untuk mengkonfigurasi HSDPA menggunakan handphone.

 

1.4       Metode Penelitian

Dalam penulisan ilmiah ini, metode yang penulis lakukan adalah sebagai berikut:

a) Studi Pustaka

Membaca dan mempelajari berbagai macam teori yang bersumber dari bahan bacaan atau literatur yang berkaitan dengan Penulisan Ilmiah ini.

 

1.5    Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang dilakukan penulis, dalam penulisan ilmiah ini terdiri atas :

Bab I       Pendahuluan

Bab ini menjelaskan Latar Belakang Masalah yang mendasari pembuatan  Penulisan Ilmiah ini, lalu disertai Tujuan Penulisan, batasan masalah, Metode Penelitian serta Sistematika Penulisannya.

Bab II     Landasan Teori

Membahas landasan teori tentang jaringan telekomunikasi seluler, dimulai dari  Jaringan GSM, Jaringan CDMA, Perkembangan Telekomunikasi dari 1G hingga 4G, Elemen jaringan UMTS, Penjelasan Node B, Teknologi 3G, Penjelasan Tentang Long Term Evolution (LTE), Arsitektur Jaringan Telekomunikasi, proxy server

Bab III    Evolusi Teknologi Seluler

Bab ini membahas tentang  sejarah perkembangan teknologi seluler yang terjadi di Indonesia.

Bab IV    Pembahasan Masalah

Bab ini membahas hasil data analisis yang telah dikumpulkan oleh penulis.

Bab V      Penutup

Bab ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan yang merupakan jawaban dari tujuan penulisan ini, dan saran-saran dari penulis untuk jaringan HSDPA.

 

Posted by Fajar at 20:07:32 | Permalink | Comments Off

Monday, October 13, 2008

Joke Hasil Survey Malam Pertama Pria

Berikut hasil survei terbaru yang menganalisa tingkat kepuasan pria saat tidur bersama wanita menurut majalah Ahem! edisi Mei 2008:

1. Tidur dengan Wanita Cantik ……… Bangga ½ mati.
2. Tidur dengan PSK……… ……… .. Mahal ½ mati.
3. Tidur dengan Wanita Jelek……. …..Stress ½ mati.
4. Tidur dengan Wanita Hyper……. …..Capek ½ mati.
5. Tidur dengan Pacar……. ……… …Nafsu ½ mati.
6. Tidur dengan Istri……. ……… …mending pura-pura mati.

Berikut adalah hasil polling terbaru mengenai apa yang dilakukan pria segera sesudah melakukan hubungan seks.

Sebanyak 2 mengatakan ngobrol
Sebanyak 4 mengatakan mengulanginya lagi
Sebanyak 5 mengatakan tidur
Sebanyak 89 mengatakan pulang ke rumah

Dalam sebuah survey tentang HAL APA YANG PALING DISUKAI PRIA DARI BLOWJOB, sebanyak 5,000 pria telah ditanyai. Berikut hasilnya:

a. 3 paling suka rasa hangatnya
b. 4 paling suka sensasinya
c. 93 paling suka keheningannya.

Sebuah majalah pria baru saja menyelenggarakan polling terhadap sejumlah responden pria, dan hasilnya menunjukkan bahwa 25 Pria selingkuh di Indonesia. Sisanya selingkuh di Singapura, Malaysia dan Australia.

Dalam sebuah survey lagi, sejumlah pria ditanyai: APA YANG PALING INGIN ANDA DENGAR DIUCAPKAN PASANGAN ANDA KETIKA KALIAN SEDANG BERCINTA?. Berikut hasilnya:

2 menjawab: “Ouch…ouch….”
4 menjawab: “Fuck me…fuck me…”
5 menjawab: “Deeper…deeper…”
89 menjawab: “Bolehkah adik perempuanku bergabung dengan kita?”

Sementara ketika ditanya: APA YANG PALING TIDAK INGIN ANDA DENGAR DIUCAPKAN PASANGAN KETIKA SEDANG BERCINTA?

2 menjawab: “Apa sudah masuk?”
3 menjawab: “Kok cepat amat?”
7 menjawab: “Salah lubang tuh”
88 menjawab: “Bangunkan aku kalau sudah selesai”

Posted by Fajar at 20:42:12 | Permalink | Comments (1) »

Enaknya Jadi Cwe ENAK yah jadi ceweK…

Singkatan KO = Kata Orang

1. Cowok angkat barang berat
KO : Udah biasa, biarin aja nggak usah dibantuin

Cewek angkat barang berat
KO : Kesian banget, bantuin yuk..emang suaminya ke mana ?

2. Cowok pake baju cewek
KO : Idih mbak..mo ke mana ? suwit..suwit. .(bencong maksudnya)

Cewek pake baju cowok
KO : Cool..boleh juga..eksentrik

3. Cowok nganterin ceweknya orang
KO : Kamu siapa ? jedag..jedug (digebukin ama cowoknya yg cewek)

Cewek dianterin ama cowok orang lain
KO : Tetep aja yg digebugin yg cowok ama cowoknya yg cewek,
bingungkan.. he..he..

4. Cowok suka shopping
KO : Amit-amit kayak cewek aja..

Cewek suka shopping
KO : Udah biasa maklumlah cewek :-P

5. Cowok muter-muter di mall
KO : Muter-muter terus, nggak beli-beli… kayak setrikaan nggak panas

Cewek muter-muter di mall
KO : Maklumlah belon ada yg cocok untuk dibeli..

6. Cowok ditraktir cewek
KO : Pelit banget sih..dasar cowok nggak modal

Cewek ditraktir cowok
KO : Emang seharusnya gitu

7. Cowok cengeng ngeliat sinetron
KO : Dasar cengeng, gitu aja nangis…gengsi doongg bencong!!

Cewek cengeng ngeliat sinetron
KO : Bener2 berperasaan halus..dia pasti terharu..

8. Cowok nggak kerja
KO : Nggak punya malu

Cewek nggak kerja
KO : Lebih mementingkan keluarga…………………

9. Cowok suka marah-marah
KO : Kasar banget dia, moga aja ntar suamiku nggak gitu

Cewek suka marah-marah
KO : Pasti dia lagi datang bulan…………….

10. Cowok menangis & ketawa dalam satu waktu
KO : Gila …………………………..>

Cewek menangis & ketawa dalam satu waktu
KO : Begitulah cewek……………………………………… .

11. Cowok idiot
KO : Malu-maluin

Cewek idiot
KO : Dia kan cantik……………………………..:P eace:

12. Cowok ngabisin duit istrinya
KO : Pasti buat selingkuh

Cewek ngabisin duit suaminya
KO : Itulah tugas cewek,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Posted by Fajar at 20:37:06 | Permalink | Comments (1) »

Funny Animal Haahahahahaha

Kambing A j ledekin Lo weee


Ilama nan Funky tapi saying giginya kayak Tukul hehehe


Woii G ud dapet tiket Konsernya Knp pintunya Ditutup ??


Woi Lo yang didepan Jalannya Buruan


Korban Film Kungfu Fighting


Kayak Begini Ni Klo kucing lagi Konser


Kucing Rakus


Please


Kucing Lagi Gossip


Kambing Aj Senyum Ko lo Ga ??


Kucing Yang Tinggal DiIsrael ya kyk gini nih

Aus Minum dlu ah Mbeee


Ini Baru yang namanya “Mouse” Komputer


 

 

Posted by Fajar at 16:15:46 | Permalink | Comments (1) »

UMTS

Elemen Jaringan UMTS
Pada prinsipnya transmisi interface radio pada UMTS berbeda dengan GSM tahap 2+ (W-CDMA sebagai pengganti TDMA/FDMA)  oleh karena itu , diperkenalkan UTRAN sebagai RAN yang baru dalam UMTS.

a.      UTRAN

  • UTRAN terdiri dari Radio Network Systems (RNSs), dimana setiap RNS meliputi RNC, dianalogikan dengan GSM BSC dan Node B sebagai BS. Tidak Seperti Abis pada GSM, interface lub bersifat terbuka, maksudnya bahwa operator jaringan dapat memperoleh Node Bs dari satu vendor dan RNCs dari vendor yang lain. GSM BSC tidak terhubung satu dengan yang lainnya, sementara interface lur menghubungkan antar RNCs. Fungsi utama interface lur adalah mendukung mobilitas inter-RNC dan softerhandover antara Node Bs yang terhubung dengan RNCs yang berbeda.
  • Perangkat pelanggan adalah UE yang terdiri dari Mobile Equipment (ME) dan UMTS Subscriber Identity Module (USIM). UTRAN berhubungan dengan UE lain melalui interface Uu. UTran berhubungan dengan CN melalui interface Iu yang terdiri dari interface Iu-CS yang mendukung layanan circuit-switch, dan interface Iu-PS yang mendukung layanan packet-switch. Interface Iu-CS menghubungkan RNC ke MSC dan memiliki kesamaan dengan Interface A GSM. Interface Iu-PS menghubungkan RNC ke SGSN dan memilki analog dengan interface Gb GPRS. Dalam 3GPP Rel.1999, seluruh interface pada UTRAN, sebagaimana interface UTRAN dan CN , menggunakan Asynchronous Transfer Mode(ATM) sebagai mekanisme transport.

b.      RNC

  •  RNC yang mengontrol Node B dibawahnya disebut dengan CRNC (Controlling RNC). CRNC bertanggung jawab manajemen sumber radio yang tersedia pada Node B yang mendukung. RNC yang menghubungkan UE dengan CN disebut SRNC (Serving RNC). Selama UE Beroperasi, SRNC mengontrol sumber radio yang digunakan oleh UE dan mengakhiri interface Iu ked an dari CN untuk layanan yang digunakan oleh UE.
  • UTRAN mendukung soft handover, terjadi antara Node Bs yang dikontrol oleh RNC yang berbeda. Selama dan setelah softhandover antara RNCs, kemungkinan ditemukan situasi dimana UE berhubungan dengan Node B yang dikontrol oleh RNC tetapi bukan SRNC. RNC yang demikian disebut dengan DRNC (Drift RNC). Apabila UE berpindah dan berpindah lagi dari Node B yang dikontrol oleh SRNC, hal ini menyebabkan SRNC tidak mampu mengontrol pergerakan UE sendirian, sehingga memungkinkan UTRAN memutuskan mengalihkan pengontrolan hubungan ke RNC yang lain. Kemudian disebut dengan Serving RNS (SRNS) relocation.
  c.      Node B
  • Node B adalah unit fisik untuk mengirim/menerima frekuensi pada sel. Node B tunggal dapat mendukung baik mode FDD maupun TDD dan dapat co-located dengan GSM BTS. Node B berhubungan dengan UE melalui interface radio Uu dan berhubungan dengan RNC melalui interface Iub ATM. Tugas utama Node B adalah mengkonversi data antara interface Iub dan Uu, termasuk Forward Error Correction (FEC), W-CDMA spreading/despreading dan modulasi QPSK pada interface radio. Node B mengukur kualitas dan kekuatan hubungan dan menentukan Frame Error Rate (FER), transmisi data ke RNC sebagai laporan pengukuran pada handover dan penggabungan macro diversity. Node B juga bertanggung jawab pada FDD softerhandover. Penggabungan micro diversity di ruang bebas untuk mengurangi kebutuhan kapasitas transmisi tambahan pada Iub. Node B juga melibatkan control daya, seperti Node B memungkinkan UE mengatur powernya menggunakan perintah downlink (DL) TPC (Transmission Power Control) melalui closed / inner-loop power control berdasarkan informasi uplink (UL) TPC.

 

Posted by Fajar at 16:03:41 | Permalink | Comments (1) »

APA SIH 3G ITU ??

APA SIH 3G ITU ??

Menurut ITU (Internatinal Telecommunication Union) 3G (Third Generation) didefinisikan sebagai teknologi yang dapat unjuk kerja sebagai berikut :

a.     Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 144 kbps pada kecepatan user 100km/jam

b.     Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 kbps pada kecepatan berjalan kaki

c.     Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2Mbps pada untuk user sedang diam (stasioner).

Dari persyaratan di atas terhitung ada 5 teknologi untuk 3G, yaitu:

1.     WCDMA
2.      CDMA2000
3.      TD-SCDMA
4.      UWC-136
5.      DECT+

Tetapi dari 5 teknologi yang ada dan berdasarkan kesepakatan 3G tertuang dalam International Mobile Telecommunications 2000 (IMT 2000) dan antara lain memutuskan bahwa standar 3G akan bercabang menjadi 3 standar system yang akan diberlakukan didunia, yaitu :

1.      Wideband- CDMA (WCDMA),  didukung oleh Europe Telecommunication Standards Institute (ETSI) dan operator GSM di Eropa dan tempat lainnya. Diawal tahun 1998, W-CDMA diikutsertakan dalam standar ETSI yaitu UMTS (Universal Mobile Telecommunication System).
2.      CDMA2000 (CDMA2000 1X EV-DO & CDMA2000 1X EV-DV) didukung oleh komunitas CDMA Amerika Utara, Dipimpin Oleh CDMA Development Group (CDG).
3.      TD-SCDMA didukung oleh China.

Teknologi 3G diperkenalkan pada awalnya adalah untuk tujuan sebagai berikut :

1.      Menambah efisiensi dan kapasitas jaringan
2.      Menambah kemampuan jelajah (roaming)
3.      Untuk mencapai kecepatan transfer data yang lebih tinggi
4.      Peningkatan kualitas layanan (Quality of Service - QOS)
5.      Mendukung kebutuhan internet bergerak (Mobile Internet)

Alokasi Frekuensi 3G :

Frekuensi yang digunakan oleh teknologi 3G adalah :
a.     Frekuensi penerimaan (Downlink) 1920 – 1980 Mhz
b.     Frekuensi pengiriman  (Uplink) 2110 – 2170 Mhz 

Kemampuan 3G

Memiliki kemampuan kecepatan transfer data cepat (144kbps – 2 Mbps) sehingga dapat melayani layanan data (broadband) seperti internet, video on demand, music on demand, games on demand, dsb. Dan dengan kecepatan setinggi itu pula kita dapat melakukan video conference dan video streaming lainnya.

Adapun beberapa protocol yang terlibat sebagai berikut :

1.      PDCP (Packet Data Convergence Protocol)
        Berfungsi untuk mengompresi header.
2.      RLC (Radio Link Control)
        Berfungsi untuk menyediakan logical link control untuk user pada interface radio, di antaranya reliable         dan ACK service. Sebuah Mobile Station (MS) bisa memiliki lebih dari satu koneksi RLC.
3.      GTP-U
        Berfungsi untuk membungkus (tunneling) suatu PDU dari dan menuju user, digunakan juga sebagai             pensinyalan untuk membangun hubungan komunikasi/transfer data.
4.      UDP
        Merupakan transport layer protocol, berfungsi untuk mentransmit suatu PDU secara connectionless

LTE

LTE (Long Term Evolution) adalah teknologi wireless broadband masa depan yang diharapkan mampu membuat operator dapat menawarkan wireless broadband services dengan harga yang terjangkau sambil meningkatkan kemampuandan kapasitas system melalui jaringan 3G yang sudah ada.

System ini merupakan evolusi dari jaringan 3GPP GSM dan WCDMA serta akan menjadi salah satu efek dari evolusi jaringan 3GPP2 CDMA yang saat ini sedang diusahakan untuk menyetarakan standar yang sudah ada.

Sebagai teknologi 4G, penggabungan LTE dengan OFDM dan MIMO akan menghasilkan efisiensi spectrum menjadi 5 kali lebih besar daripada jaringan 3G, pengurangan biaya transfer per bit-nya dan memberikan nilai ekonomis yang lebih bagus bagi operator dan pengguna.

Posted by Fajar at 16:01:43 | Permalink | No Comments »

Cara Menyembunyikan My Recent Document

1.      Kita masuk ke registry editor dengan cara klik start -> run

2.      Pada tab open ketikkan regedit

3.      Kemudian masuklah ke bagian HKEY_CURENT_USER -> software-> Microsoft -> windows -> current version -> policies -> explorer

4.      Jika sudah ketemu klik menu edit -> new -> DWORD value

5.      Beri nama DWORD value dengan nama NoRecentDocsMenu

6.      Kemudian klik ganda pada file tersebut dan pada bagian valuenya diganti menjadi 1 lalu klik ok

7.      Restart computer anda.

8.      Coba masih ada a recent documentnya ini penting loh buat orang yang ga mau diliat jejaknya buka apa saja pada saat menggunakan computer apa lagi yang suka nonton bokep hehehehehe.

 

Posted by Fajar at 15:54:52 | Permalink | No Comments »